Tasyakuran 70 Th KH. Mahrus Amien

Sejumlah alumni Pesantren Darunnajah Ulujami, Jakarta dari lintas marhalah berkumpul kembali untuk menggelar reuni akbar alumniu yang dikemas dalam tasyakuran 70 tahun KH. Mahrus Amien. Sejumlah persiapan terus dimatangkan untuk mencapai hasil maksimal.

Acara tasyakuran ini digagas dan diselenggarakan oleh para alumni Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta, sebagai ungkapan syukur atas perjuangan dan perjalanan hidup K.H. Mahrus Amin beserta andil para waqif dan keluarga besar dan teman seperjuangan dalam merintis, mengembangkan dan menjaga eksistensi Darunnajah hingga kini.

Berbeda dengan reuni yang ada, reuni atau pertemuan alumni Darunnajah ini melibatkan perwakilan dari sejumlah marhalah. Tidak itu saja, konsep pertemuanpun direncanakan bernuansa santri, seperti pada saat mereka menyandang santri beberapa tahun lalu.

Momentum ini diharapkan dapat menghimpun kembali para alumni yang tersebar di berbagai wilayah dan profesi. Dari hasil-hasil rapat tim panitia, rangkaian acara direncanakan sebagai berikut:

1. Format KHUTBATUL ‘ARSY
2. Sekadar tuk bernostalgia, anjuran dresscode alumni ala santri:
– alumni pria memakai sarung dan berkemeja
– alumni perempuan memakai gamis
3. Peluncuran buku kumpulan tulisan tentang K.H. Mahrus Amin
4. Pembentukan wadah alumni –> ormas
5. Pameran Foto Jadul
6. Bazaar & Panggung Hiburan
7. Pertandingan Olah Raga Persahabatan

Untuk bergabung di kepanitiaan atau butuh informasi lainnya, silakan hubungi sdr. Tibob Adefahmi (13): 0811-898691, 0818-822915; Irfan Irawan (12): 0817-4907393, Annas Nashrullah (22): 0813-24787095, Hariroh (12) 0816 1167829

    • sodik
    • April 15th, 2010

    pake sarung wah angel mas kalau dulukan kamar tidur kan deket ama masjid sedangkan dari rumah ke ulujami ampuuuuun deh pake sarung smasuk angin deh wakakakakka

    • Gunawan
    • April 15th, 2010

    Untuk Sodiq & teman2 Alumni lainnya, nanti ya pake sarungnya waktu sdh sampe di DN atuh, jangan lupa sarungnya di gesperin biar engga melorot dan yg lebih penting lagi harus pake “sirwal dakhil” akhi…Wakakakaka…

    • kesep
    • April 15th, 2010

    Jangan lupa tuh pake Gesper sama peci..kalo kaga nanti di hukum sama Qism Ta’lim…

    hehehehe…

    kenang terkenang…..

    • salam
    • April 15th, 2010

    pengen dech ikutan…. ana ank. 17. tibob yang pake kaca mata tu ya? pernah satu kamar kayax sama ana

    • tuti
    • April 15th, 2010

    prasaan wktu nyantri di dn banatny g bgamis ria dh.gmn qlo dress codeny dganti aja tuh…blh pake celana panjang tp baju hrs 5 centi diatas lutut n dlarang keras pk jeans.gmn pr panitia..????!:-)

    • Gunawan
    • April 15th, 2010

    Betul kesep, harus pake Peci…(Ane dulu kan Qimut Ta’lim…hehehe…)
    Ane setuju sama Tuti….& untuk seluruh Alumni dilarang keras (Bhs…Fiqhnya HARAM) pake Jeans

    • rika
    • April 15th, 2010

    bleh gak pake baju kemeja dan celana bahan…??? kan lumayan ribet klo mesti pake gamis…

    • ekom
    • April 16th, 2010

    usul…jangan pake gamis dooong..di DN kan dulu gak wajib pake gamis. baju muslim n celana panjang bahan atw rok gitu….tq

  1. Acara tasyakuran tanggal 3 Juli 2010 adalah telaga silaturahmi antara mantan santri DN dengan yang lain dan juga dengan para asatidz. sekaligus mereduksi waktu kita masih jadi santri….

    dan alangkah nikmatnya jika kita susah sedikit, demi sebuah pencapaian hikmah hehehehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s